Showing posts with label motor dc. Show all posts
Showing posts with label motor dc. Show all posts

Saturday, 11 November 2017

Driver Motor L293D , definisi dan cara penggunaanya

arduinopedia.com – Driver Motor L293D , definisi dan cara penggunaanya
pada kesempatan kali ini  arduinopedia akan membahas tentang Driver Motor L293D yang admin ambil dari sumber kelas-fisika.com YANG menjelaskan bagaimana cara mengendalikan motor DC dengan menggunakan L293D IC Motor Driver dengan Arduino. dipasaran banyak sekali jenis dan desain dari modul L293D yang pada dasarnya memiliki kesamaan fungsi. gambar di bawah adalah contoh berbagai jenis desain modul dari Driver motor L293D.

1. Pendahuluan

Driver Motor adalah modul untuk motor yang memungkinkan Anda mengontrol kecepatan kerja dan arah dua motor secara bersamaan. Driver Motor ini dirancang dan dikembangkan berdasarkan IC L293D.
L293D adalah IC Driver Motor dengan banyaknya Pin sebanyak 16. Ini dirancang untuk memberikan arus penggerak bidirectional pada tegangan dari 5 V sampai 36 V.

1.2 Hardware yang dibutuhkan

  • Arduino UNO 1 buah
  • Motor Driver 1 buah
  • DC Motor 2 buah
  • Female to Male Jumper wire 8 kabel
  • 9-12V Battery

1.3 Skema Pin IC L293D

L293D adalah IC 16 pin, dengan delapan pin di setiap sisi, untuk mengendalikan dua motor DC secara bersamaan. Ada 4 pin INPUT, 4 pin OUTPUT dan 2 ENABLE pin untuk masing-masing motor.

Pin 1: Saat Enable 1 / 2 HIGH, Bagian kiri IC akan bekerja, motor terhubung dengan pin 3 dan pin 6 akan diputar.
Pin 2: Input 1, bila pin ini HIGH arus akan mengalir meski output 1.
Pin 3: Output 1, pin ini terhubung dengan satu terminal motor.
Pin 4/5: pin GND
Pin 6: Output 2, pin ini dihubungkan dengan satu terminal motor.
Pin 7: Input 2, bila pin ini HIGH arus akan mengalir meski output 2.
Pin 8: VSS, pin ini digunakan untuk memberi power supply ke motor yang terhubung dari 5V sampai 36V maksimal tergantung Motor yang terhubung.
Pin 9: Bila Enable 3/4 HIGH, Bagian kanan IC akan bekerja, motor terhubung dengan pin 11 dan pin 14 akan diputar.
Pin 10: Input 4, bila pin ini HIGH arus akan mengalir meski output 4.
Pin 11: Output 4, pin ini dihubungkan dengan satu terminal motor.
Pin 12/13: pin GND
Pin 14: Output 3, pin ini dihubungkan dengan satu terminal motor.
Pin 15: INPUT 3, bila pin ini HIGH arus akan mengalir meski output 3.
Pin 16: VCC, untuk suplai daya ke IC i.e 5V.

2. Koneksi dengan Arduino

1. Modul 5V (VCC) – Arduino 5V.
2. Modul GND – Arduino GND.
3. Modul 1 – Arduino D8.
4. Modul 2 – Arduino D9.
5. Modul 3 – Arduino D10.
6. Modul 4 – Arduino D11.
7. Modul Motor terminal – motor DC.
8. Modul VSS power terminal- Sumber daya eksternal 9V
Buatlah koneksi seperti ditunjukkan di atas.
Pastikan bahwa jumper sudah diatur pada Enable pin 1-2 dan Enable pin 3-4 modul, sehingga motor akan diaktifkan dan bekerja dengan kecepatan maksimal.

2.1. Mekanisme Kerja

Rotasi motor tergantung pada Enable Pins. Bila Enable 1/2 adalah HIGH, motor yang terhubung ke bagian kiri IC akan berputar sesuai dengan cara berikut:

Input Output Hasil
0 0 Stop
0 1 Anti Clockwise
1 0 Clockwise
1 1 Stop


3. Pemrograman:

Berikut adalah kode untuk menjalankan rangkaian ini.


//Tutorial by kelas-fisika cara mengontorl motor DC

//Motor A
const int inputPin1  = 10;    // Pin 15 of L293D IC
const int inputPin2  = 11;    // Pin 10 of L293D IC
//Motor B
const int inputPin3  = 9;   // Pin  7 of L293D IC
const int inputPin4  = 8;   // Pin  2 of L293D IC


void setup() 
{
    pinMode(inputPin1, OUTPUT);
    pinMode(inputPin2, OUTPUT);
    pinMode(inputPin3, OUTPUT);
    pinMode(inputPin4, OUTPUT);  
}

void loop() 
{
    digitalWrite(inputPin1, HIGH);
    digitalWrite(inputPin2, LOW);
    digitalWrite(inputPin3, HIGH);
    digitalWrite(inputPin4, LOW);  
}


4. Keluaran / Output

Setelah koneksi anda akan copy dan paste kode ini di Arduino IDE dari pada upload kode. Kedua motor tersebut akan mulai berputar.







Thursday, 28 September 2017

Cara Mengendalikan Kecepatan Motor DC dengan PWM arduino

arduinopedia.blogspot.com - Cara Mengendalikan Kecepatan Motor DC dengan PWM arduino

Salah satu cara untuk mengendalikan motor DC adalah menggunakan PWM (Pulse Width Modulation). Pengendalian motor dengan metode ini adalah dengan cara mengirim tegangan yang diatur lebar pulsanya ke arah motor. Dengan mengatur lebar pulsa ke motor, maka motor seakan-akan disambung-putus ke sumber tegangan sehingga pada akhirnya akan diperoleh kecepatan motor yang diinginkan. Supaya diperoleh pengaturan tegangan yang ‘smooth’ maka frekuensi peng-‘on-off’-an motor juga harus diatur sehingga motor tidak menghentak-hentak laju asnya (jawa : nyendal-nyendal). Dengan demikian dibutuhkan frekuensi yang cukup tinggi dalam penyaklaran pulsa agar pengaturan kecepatan motor lebih halus. Frekuensi ini cukup diset sekali saja (konstan), sedangkan pengaturan kecepatan adalah berdasarkan lebar pulsa (namanya juga PWM he he). Lebar pulsa inilah yang kemudian disebut dengan duty cycle.


Perhatikan gambar di atas, duty cycle 0% adalah sama dengan tidak ada tegangan ke motor, duty cycle 25% adalah sama dengan tegangan 5V diberikan selama seperempat satu frekuensi penuh, duty cycle 50% sama dengan pemberian tegangan 5V selama setengah frekuensi penuh, dan seterusnya. Perhatikan juga bahwa duty cycle 100% adalah sama halnya dengan memberikan tegangan 5V selama satu frekuensi penuh. Ini sama halnya pemberian tegangan ke motor tanpa PWM. Dengan mengatur lebar pulsa (duty cycle) inilah maka kecepatan motor dapat diatur sesuai keinginan.

Berikutnya, karena motor DC membutuhkan arus yang besar maka sebelum masuk ke motor biasanya dibutuhkan sebuah driver yang berfungsi sebagai ‘gateway’ antara controller PWM yang biasanya hanya mengeluarkan arus kecil dan motor DC yang biasanya membutuhkan arus besar.

Jika Anda menggunakan Arduino sebagai PWM generator, maka untuk motor DC dengan arus kecil (<100mA), Anda bisa langsung menghubungkan pinout Arduino langsung ke motor tersebut. Namun jika motor yang diatur kecepatannya membutuhkan arus yang besar (>100mA) maka Anda harus menggunakan driver supaya Arduino yang mengeluarkan arus kecil dapat mengendalikan motor DC yang membutuhkan arus besar.